Thursday, October 15, 2009

breakout, a necessity

and may be a change isn't really that bad
it shouldn't
it mustn't
it just can't

it was hard
it was tough
but i'm tougher
and there's no other way either

breathe in
breathe out

how are you doing?
no, i don't really want to know
i don't need to

i've been running, i know
i've only realized i've run THAT hard

here, let me explain...
i used to have something called 'wide range of music variety'
i basically can listen to anything
and i basically just go try finding anything good to listen

and let me think back
that used to was really actually around a year ago

one year back and i go listen whatever you listen
i go hum whatever you sing

and in a count of months i dyed myself in blue
anything but the redness in you
yeah in the count of months i wrapped myself in words
the beautiful imaginary things that just can't be you

i ran well
i hid well
still in progress perhaps

no, i'm not that pathetic
really, it's not because i'll go back in time
i just don't know how to stop and get out from my shell

it's your fault mister
it's my problem sir

how did you do it?
getting out of your dark under the stair closet?
seriously, how?

i'm tired, i am
i need to stop
i need to face the light

oh well
at least i don't need to fake the smile anymore

Saturday, September 26, 2009

analytical thinker

ini jawabnya setengah ga mikir... ngikutin personality test yang INTP aja.. i'm pretty much like that jadi gue memutuskan yaudah langsung aja ga usah mikir lagi...

http://www.ipersonic.com/id

Tipe Pemikir Analitis adalah orang-orang pendiam dan tidak banyak bicara. Mereka suka menggali hingga ke dasar masalah – rasa ingin tahu adalah dorongan terbesar mereka. Mereka ingin tahu apa yang menyatukan dunia jauh di dalamnya. Mereka tidak butuh lebih banyak untuk kebahagiaan mereka karena mereka adalah orang-orang yang rendah hati. Banyak ahli matematika, filsuf, dan ilmuwan merupakan tipe ini. Tipe Pemikir Analitis tidak suka kontradiksi dan ketidaklogisan; dengan kecerdasan mereka yang tajam, dengan cepat dan menyeluruh mereka menangkap pola, prinsip, dan struktur. Secara khusus mereka tertarik dengan sifat mendasar segala hal dan penemuan-penemuan teoritis; bagi mereka, tidak penting apakah mereka harus menerjemahkannya menjadi tindakan-tindakan praktis atau membagi pemikiran mereka kepada orang lain. Tipe Pemikir Analitis suka bekerja sendiri; kemampuan mereka untuk berkonsentrasi lebih menonjol dibanding tipe kepribadian yang lain. Mereka terbuka dan tertarik pada informasi baru.

Tipe Pemikir Analitis hanya memiliki sedikit ketertarikan pada masalah sehari-hari – mereka selalu agak seperti „profesor linglung“ yang rumah dan tempat kerjanya berantakan dan hanya mengkhawatirkan diri sendiri dengan hal-hal dasar seperti kebutuhan fisik ketika hal itu menjadi sangat tidak bisa dihindarkan. Pengakuan atas karya mereka oleh orang lain juga memegang peranan penting bagi mereka; secara umum, mereka cukup mandiri dalam hubungan sosial dan sangat mengandalkan diri sendiri. Oleh karena itu tipe Pemikir Analitis sering memberi kesan kepada orang lain bahwa mereka arogan atau congkak – terutama karena mereka tidak ragu untuk melontarkan isi kepala mereka dengan kritik mereka yang biasanya pedas (sekalipun beralasan) dan rasa percaya diri mereka yang tak tergoyahkan. Orang-orang di sekitarnya yang tidak kompeten tidak akan lolos dengan mudah dari mereka. Namun barangsiapa berhasil memenangkan rasa hormat dan ketertarikan mereka akan mendapatkan orang yang jenaka dan sangat cerdas untuk diajak berbincang. Pasangan yang membuat seseorang takjub dengan pengamatannya yang tajam dan selera humornya yang getir.

Butuh waktu sebelum tipe Pemikir Analitis bisa berteman, namun biasanya mereka akan berteman seumur hidup. Mereka hanya butuh sedikit orang di sekitar mereka. Kemampuan yang paling penting bagi mereka adalah kecocokan dan dengan demikian memberi mereka inspirasi. Kewajiban sosial yang terus-menerus dengan cepat membuat mereka jengkel; mereka butuh banyak waktu sendiri dan sering menarik diri dari orang lain. Pasangan mereka harus menghargai ini dan mengerti bahwa ini bukan karena kurangnya kasih sayang. Begitu mereka sudah memutuskan menyukai seseorang, tipe Pemikir Analitis adalah pasangan yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, Anda jangan mengharapkan romansa dan ekspresi perasaan berlebih dari mereka dan mereka jelas akan lupa ulang tahun pernikahan mereka. Namun mereka selalu siap menyambut malam yang diisi dengan perbincangan menggairahkan dan segelas anggur lezat!

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: introvert, teoritis, logis, spontan, rasional, analitis, cendekia, skeptis, pemikir, kritis, tidak banyak bicara, tajam, mandiri, kreatif, inventif, abstrak, eksentrik, ingin tahu, pendiam, sibuk sendiri, imajinatif, tidak mudah bergaul, penuh tekad, rendah hati, cermat, tidak mudah berkomunikasi, jenaka.

Sunday, September 20, 2009

efek-efek setaun di kedokteran

hari ini hari lebaran...

happy Eid Mubarak all!!
mohon maaf lahir batin ya semua... :D

ini hari lebaran, sesuai tradisi bertaun-taun gue seperti biasa mudik ke bandung sekeluarga membawa buanyak makanan untuk dipertemukan dengan lebih buanyak makanan lagi di bandung ini.

rutinitas di hari pertama lebaran biasanya kita shalat ied di istiqamah; TK gue dulu. ini depannya SMA 20 bandung. abis dari sini kita pulang untuk sungkeman, atau ke rumah nenek yang di muararajeun, nanti agak siang baru ke geger kalong atau ke margahayu. biasanya.
taun ini cuma shalat ied, sungkem di rumah, ke margahayu, nyasar di margahayu yang jalanan dan portalnya lebih rumit daripada portal di bintaro sektor 3, terus macet2an ke geger kalong gara2 nyasar, pulang ke rumah dari geger kalong dalam waktu 15 menit... *padahal dari margahayu ke geger kalong butuh 2 jam* ngoks...

taun ini ga ke muararajeun. agaknya besok atau mungkin memang ga ke muararajeun sama sekali.

biasanya hari kedua kita isi dengan acara keluarga yang di gedung... cuma rasanya hari kedua bakal-bakal kosong karena acara dari keluarga kakek bakalan hari selasa dan acara dari nenek bakal hari kamis bzzzt...

efek-efek sekolah kedokteran:

ini ga ngefek sama apa yang gue makan karena teteup gue memasukan segala makanan pembunuh itu ke dalam tubuh gue dengan syalalanya sampe gue berpikir kayanya gue ga butuh makan apa-apa lagi untuk seminggu ke depan..

tetapi sangat ngefek untuk sikap gue ke orang-orang... ckckck...
seorang uwa *semacam om gitu* yang udah rada berumur, perokok berat, babal, uda berjutakali disuruh berenti tapi ga pernah nurut *gue gatau namanya loh paraaaaah* tadi siang ngomong sama gue: oh ini yang kedokteran teh... masuk itu ya.. penyakit dalam.. jadi nanti aki pasiennya..

gue dalam hati: ahahahaha.. and you smoke... thanks.. apa yang mo disembuhin kalo ga ada yang nyisa?
gue di luar: hah? ngga ah IPD susah...

kemudian di rumah gue..
saat orang-orang yang biasa gue temui di muararajeun datang ke rumah, ada seorang uwa juga.. masih lebih muda, but still.. perokok berat... beliau ustad syalala gitu jadi *menurut gue pribadi* suka agak sotoy gimana gitu ngajarin orang...

seperti biasa agaknya membahas ujaran2 untuk berhenti merokok... om gue yang emang om deket *tinggal serumah, kita sebut saja om #2* kan waktu berenti ngerokok langsung berenti gitu *karena emang ini caranya* dan sempet berapa hari sakit karena reaksi badannya yang tiba2 kehilangan supply candu gitu kan...

si uwa dengan sotoy: iya ini udah 3 orang yang dikenal kalo berenti ngerokoknya langsung tiba2 sekaligus gitu pasti sakit... berarti harus bertahap

bokap: iya bertahap, kalo uda sesek napas kurangin, kalo udah kanker kurangin lagi, nanti kalo uda mati baru berenti *tambahan dari gue pribadi*

gue: yaelah emang pasti ada penolakan lah dari badannya.. orang apa yang biasa masuk tiba-tiba di stop pasti bereaksi badannya.. emang gitu fisiologisnya.. bukan sakit kenapa-kenapa itu mah. kalo dikit2 diturunin ntar bisa dikit2 dinaikin lagi.. kalo badan lo habituasi lagi apa gunanya dikurangin? racunnya masih masuk masuk juga sih..

itu dalem hati..

di luar, gue cuma ketawa dengan muka meremehkan... seriously. dan gue sempet ngomong "hahaha ngaco aja.. emang mesti gitu kali berenti ngerokok.."

tuh guys.. karena berenti ngerokok itu bikin sakit dan kalo ga berenti bikin mati, jangan memulai merokok!

buruknya lagi si uwa yang ke rumah gue ini kaya pernah sakit kaki gimana gitu jadi kakinya gak balance, dikasi tau dokter kalo jalan mesti diganjal kaki yang ga seimbangnya.. eh dia selama 3 taun terakhir lari ga pernah dikasih pengganjal.. terus sekarang ngeluh kadang suka tiba2 lumpuh kakinya.. terus makin dikorek makin dilebaykan kalo itu kadang kerasa ke 2 kaki, tangan kadang kesemutan, terus pusing2 juga..

kesimpulan: sarafnya kenapa2 uwa'

dan sumpah si uwa ini kalo ngedenger bisik2 istrinya kayanya tipe2 kalo belum berasa parah belum mau ke rumah sakit

kesimpulan gue: IDIOT

be aware of your body please.. what you put into it, what you do with it, what activity you do, any change that happen, any weird sensation that you feel, any unsual sensation at all, PLEASE.

karena bisa aja itu patofisiologis awal. dan makin cepet kedeteksi makin cepet ditanganin makin cepet sembuh...

itu si uwa sarafnya bisa aja kenapa-kenapa ya makasih tolong kalo sampe itu saraf bagian yang besar bisa lumpuh total dong tolong yaaaaa..

BUKAN SALAH DOKTERNYA
bzzzzzt

PASIENNYA YANG SOK KUAT BARU DATENG PAS NGERASA PARAH PADAHAL ADA DUIT

astaga banget sih.. gue bisa ngerti sama yang ga ke dokter karena emang ga ada duit dan nunggu sampe critical time tak tertolong lagi baru ke dokter *mengingat lini depan kesehatan indonesia sangatlah.. tak bisa diungkapkan.. dan pembangunan di sektor kesehatan juga sangatlah... minta dimuntahin yang ngaturnya...*
tapi ga ke dokter karena sok kuat dsb di atas sangatlah syalala tralala sekali...

oke gue tau gue juga kadang sok kuat.. tapi basically gue sok kuat kalo gue lagi radang tenggorokan atau pilek ato meriang.. BUKAN PENYAKIT SARAF. maag gue kambuh juga gue uda minta obat sih ya.......

dan kalo alesannya menghemat *despite knowing that HE IS RICH*
*tarik napas* *hembuskan*
sodara kita yang dokter bukan cuma bokap gue doang loh................

apa sih susahnya?

oke itu tentang orang dan diri mereka sendiri... dan tolong diingat lagi soal ROKOK ya teman-teman...

sekarang soal memperhatikan orang lain...

nenek gue baru diketahui kena tumor ganas wakwow dan gue pula yang disuruh konsul ke PA di FKUI sambil bawa catetan hasil; bukan hasil labnya beneran geee... itu ganas.. prognosis tergantung sama diangkatnya bersih apa ngga, ada metastasis apa ngga dsb...
this far: ga ada kabar diangkatnya bersih apa ngga, ga dicek apa ada metastasis apa ngga, ga dikasih obat atau kemo apapun

dan nenek gue juga pada awalnya ga sadar itu tumor. cuma karena disuntik tulang rawannya terus diliat ada benjolan makanya diangkat syalala gitu dan dibawa ke lab terus diketahui itu tumor.

titik.

yang ngebawa om gue (om yang beda lagi, kita sebut om #3). dan beliau ditanya ga ngejawab sama sekali. dan gatau lah berniat mencaritau apa ngga bzzzt.
sementara gue membawa catetan tak lengkap tentang tumor nenek gue untuk konsul ke PA dengan hati sendu pikiran kalut cuma untuk dapet jawaban soal prognosis: wah itu tergantung "blablabla" di atas tadi: bersih atau tidak, ada penyebaran atau tidak

FUCK SHIT TRALALALA

LO PIKIIIIIIR????

nenek gue tenang2 aja karena awalnya dia cuma ngerasa itu benjolan sakit oh yaudah ga kepikiran tumor... *ini kembali kepada awareness of your body di atas, tolong jangan menyepelekan apapun, makasih*

GANAS LOH ITU GANAS

KALO ELO YANG KAYA GITU EMANG LO GA NGERASA NYAWA LO DICABUT HAH?

siake...

i hate my family sometimes...

apa deh ini om gue...

KALO GA BISA GERAK CEPET ATO GA MAU KASIH HASIL LABNYA KE GUE!!! LAB PA, KLINIK PA DEKET TUH YA SAMA TEMPAT KULIAH GUE!!!

DAN TAU GA

SAMA KAMAR MAYAT JUGA DEKET

MAKASIH

*just for emphasize*